Minggu, 14 Juni 2015

[023] Al Mu'minuun Ayat 029



««•»»
Surah Al Mu'minuun 29

وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ
««•»»
waqul rabbi anzilnii munzalan mubaarakan wa-anta khayru almunziliina
««•»»
Dan berdo'alah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."
««•»»
And say, “My Lord! Land me with a blessed landing, for You are the best of those who bring ashore.” ’
««•»»

Nuh disuruh berdoa pula, "Ya Tuhanku, turunkanlah aku, bila taufan sudah berakhir, pada tempat yang diberkati dan hanya Engkaulah yang dapat memberi tempat yang sebaik-baiknya, yang mengetahui tempat-tempat yang cocok lagi selaras bagi kami". Qatadah berkata, "Allah SWT mengajarkan kepada kita supaya membaca doa ini ketika naik kapal:

Firman Allah:
اركبوا فيها بسم الله مجراها ومرساها
Dan Nuh berkata, "Naiklah kamu sekalian ke dalam kapal itu dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya".
(QS. Huud [11]:41)

Dan ketika berada di atas kendaraan membaca:
سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون
Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(QS. Az Zukhruf [43]:13-14)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan berdoalah) di kala kamu turun dari bahtera, (`Ya Rabbku! Tempatkanlah aku pada tempat) kalau dibaca Munzalan berarti menjadi Mashdar dan Isim Makan/tempat sekaligus, apabila dibaca Manzilan berarti tempat berlabuh (yang diberkati) yakni tempat tersebut diberkati (dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat`") maksudnya Engkau adalah pemberi tempat yang paling baik kepada semua yang telah disebutkan tadi.
««•»»
And say, upon disembarking from the ship: “My Lord, cause me to land with a landing (read munzalan as the verbal noun as well as the noun of place [for ‘landing’]; or manzilan as [meaning] the site of the landing) blessed, being that landing or place, for You are the best of all who bring to land” ’, that which has been mentioned.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 28[AYAT 30]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
29of118
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=23&tAyahNo=29&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#23:29

[023] Al Mu'minuun Ayat 028



««•»»
Surah Al Mu'minuun 28

فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
««•»»
fa-idzaa istawayta anta waman ma'aka 'alaa alfulki faquli alhamdu lillaahi alladzii najjaanaa mina alqawmi alzhzhaalimiina
««•»»
Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim."
««•»»
‘When you, and those who are with you, are settled in the ark, say, “All praise belongs to Allah, who has delivered us from the wrongdoing lot.”
««•»»

Allah SWT memerintahkan kepada Nuh, jika ia bersama orang-orang yang beriman bersamanya telah berada di atas bahtera itu, supaya mengucapkan pujian kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas keselamatan mereka semuanya yang berada dalam bahtera itu, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim". Ayat ini memberi petunjuk bahwa kita tidak boleh merasa gembira dengan turunnya azab atas sesuatu golongan, kecuali bila di dalamnya mengandung keselamatan bagi kaum mukminin, terhindarnya mereka dari bahaya kemusnahan, dan tersapu bersihnya dunia dari segala bentuk kemusyrikan dan kemaksiatan.

Menurut keterangan Ibnu Abbas r.a. yang berada dalam bahtera Nuh itu selain semua jenis binatang-binatang itu ada 80 orang manusia, yaitu Nuh beserta istrinya yang saleh, selain istrinya yang tenggelam, tiga orang putranya beserta istri-istrinya dan 72 orang mukmin umat Nuh yang setia kepadanya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apabila kamu telah lengkap) telah genap (yakni kamu dan orang-orang yang bersamamu berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, `Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim`) yakni orang-orang yang kafir dengan dibinasakannya mereka.
««•»»
And when you have settled, [when] you are balanced, in the Ark together with those with you, say, “Praise be to God Who has delivered us from the wrongdoing folk”, [from] the disbelievers and the destruction that came upon them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 27[AYAT 29]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
28of118
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=23&tAyahNo=28&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#23:28

[023] Al Mu'minuun Ayat 027



««•»»
Surah Al Mu'minuun 27

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ
««•»»
fa-awhaynaa ilayhi ani ishna'i alfulka bi-a'yuninaa wawahyinaa fa-idzaa jaa-a amrunaa wafaara alttannuuru fausluk fiihaa min kullin zawjayni itsnayni wa-ahlaka illaa man sabaqa 'alayhi alqawlu minhum walaa tukhaathibnii fii alladziina zhalamuu innahum mughraquuna
««•»»
Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur {998} telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
{998} Yang dimaksud dengan tanur ialah semacam alat pemasak roti yang diletakkan di dalam tanah terbuat dari tanah liat, biasanya tidak ada air di dalamnya. Terpancarnya air di dalam tanur itu menjadi suatu alamat bahwa banjir besar akan melanda negeri itu.
««•»»
So We revealed to him: ‘Build the ark before Our eyes and by Our revelation. When Our edict comes and the oven gushes [a stream of water], bring into it a pair of every kind[1] [of animal], and your family, except those of them against whom the decree has gone beforehand, and do not plead with Me for those who are wrongdoers: they shall indeed be drowned.’
[1] Or ‘bring into it, of every kind [of animal], two mates.’
««•»»

Setelah doa Nuh diperkenankan, maka Allah mewahyukan kepadanya, agar ia memulai membuat bahtera di bawah pengawasan dan petunjuk wahyu-Nya, supaya bahtera itu utuh tidak mengalami kerusakan dan supaya Nuh mengetahui teknik pembuatannya, sebab pembuatan sebuah bahtera yang besar lagi kokoh tentu saja memerlukan keahlian. Apabila perintah Allah sudah datang untuk membinasakan kaumnya dengan taufan yang besar, dan tanda permulaannya sudah nampak, yaitu tannur tempat membakar roti di bawah tanah sudah mulai memancarkan air, maka Allah menyuruh Nabi Nuh memasukkan ke dalam bahtera itu dari tiap-tiap jenis binatang sepasang jantan dan betina. Tahapan yang paling bawah untuk binatang buas seperti: singa jantan dan singa betina, harimau jantan dan harimau betina dan sebagainya.

Di tahapan kedua binatang ternak seperti: sapi jantan dan sapi betina, kambing jantan dan kambing betina dan sebagainya. Di tahapan ketiga semua jenis burung-burung sepasang-sepasang dan di tahapan yang paling atas sekali Nabi Nuh dengan sekalian keluarganya yang selamat, yaitu di antaranya tiga orang putranya : SAM, HAM dan YAFIS Adapun putra beliau yang bernama KAN'AN termasuk orang yang tenggelam, karena ia tidak mau ikut bersama ayahnya.

Oleh karena dalam bahtera Nuh itu dimasukkan dari setiap jenis binatang yang ada pada waktu itu sepasang-sepasang maka bahtera Nuh itu merupakan suatu kebun binatang yang lengkap. Dan semua binatang selain ikan yang tidak masuk ke dalam bahtera termasuk pula semua orang kafir yang tidak mengikuti akan Nabi Nuh itu semuanya ditenggelamkan dalam besar itu, karena lebih dahulu telah ditetapkan, bahwa mereka akan ditimpa azab. Dan Allah SWT melarang Nuh supaya jangan membicarakan dengan-Nya tentang orang-orang yang zalim itu, karena mereka semuanya akan ditenggelamkan. Dan semua manusia yang sekarang berada di atas permukaan bumi ini adalah keturunan Nabi Nuh dari putranya yang tiga orang itu, yang ikut bersamanya yaitu: Sam, Ham, Yafis.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Lalu Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah bahtera) yakni perahu (di bawah pengawasan Kami) maksudnya di bawah penilikan dan pengawasan Kami (dan wahyu Kami) yaitu perintah Kami (maka apabila perintah Kami datang) yakni perintah untuk membinasakan mereka (dan tanur telah memancarkan air) dapur pembuat roti telah memancarkan air, sebagai pertanda bagi Nabi Nuh (maka masukkanlah ke dalam bahtera itu) naikkanlah ke dalamnya (dari tiap-tiap jenis) hewan (sepasang) jantan dan betina. Lafal Itsnaini adalah Maf`ul, sedangkan huruf Min berta`alluq kepada lafal Usluk. Menurut suatu kisah disebutkan, bahwa Allah swt. mengumpulkan bagi Nabi Nuh segala macam jenis binatang liar dan burung-burung, serta hewan-hewan lainnya. Kemudian Nabi Nuh memukulkan tangannya kepada tiap-tiap jenis, tangan kanannya mengenai jenis jantan dan tangan kirinya mengenai jenis betina, kemudian ia menaikkan semuanya ke dalam bahtera.

Menurut Qiraat yang lain lafal kulli dibaca Kullin; berdasarkan qiraat ini lafal Zaujaini menjadi Maf`ul dan lafal Itsnaini berkedudukan mengukuhkan maknanya (dan juga keluargamu) istri dan anak-anakmu (kecuali orang yang telah lebih dahulu ketetapan azab atasnya di antara mereka) yaitu istri dan anaknya yang bernama Kan`an, lain halnya dengan anak-anaknya yang lain, yaitu Sam, Ham dan Yafits, Nabi Nuh mengangkut mereka bersama dengan istri-istri mereka ke dalam bahtera.


Di dalam surah Hud telah disebutkan melalui firman-Nya,
`Dan muatkan pula orang-orang yang beriman. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.`
(QS. Huud [11]:40).

Menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa jumlah mereka ada enam orang laki-laki berikut istri mereka. Menurut pendapat yang lain dikatakan, bahwa semua orang yang ada di dalam bahtera jumlahnya tujuh puluh delapan orang; separuh laki-laki dan yang separuh lagi perempuan.

(Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim) yaitu orang-orang yang kafir, biarkanlah mereka binasa (karena sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan).
««•»»
So We revealed to him [saying], ‘Build the Ark, the ship, under Our watch, under Our observation and protection, and [by] Our revelation, Our command. Then, when Our command comes, that they be destroyed, and the oven, of the baker, gushes, with water — and this was Noah’s sign — bring into it, admit into the ship, of every kind [of animal] two mates, a male and a female, that is, [two] of every species thereof (ithnayn is an object; min, ‘of’, is semantically connected to usluk, ‘bring into [it]’).

According to the story God, exalted be He, gathered all the beasts of prey and the birds and other [animals] for Noah. As he [Noah] pushed forth his hands into each species, his right hand would fall upon a male and the left upon a female, whereafter he would take them on board the ship (a variant reading [for min kuli, ‘of every’] is min kullin, ‘of every [kind]’, in which case zawjayni, ‘[two] mates’, becomes a direct object, with ithnayn, ‘two’, [being repeated] for emphasis thereof); together with your family — his wife [?] and children — except for those against whom the Word has already gone forth, that they be destroyed, namely, his wife and his son Canaan (Kan‘ān), unlike Shem (Sām), Ham (Hām) and Japheth (Yāfith) whom, together with their three wives, he carried on board. In sūrat Hūd [the following is mentioned where Noah is told who he should carry in the ship]: ‘… and those who believe.’ And none believed with him except a few
[Q. 11:40].

It is said that these were six men and their wives. Moreover it is said that all those who were on the ship numbered seventy eight, half of them were men and half were women. And do not plead with Me concerning those who have done wrong, those who have disbelieved, that I should refrain from destroying them. They shall indeed be drowned.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 26[AYAT 28]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
27of118
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=23&tAyahNo=27&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#23:27

Jumat, 08 Mei 2015

[023] Al Mu'minuun Ayat 026

««•»»
Surah Al Mu'minuun 26

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ
««•»»
qaala rabbi unshurnii bimaa kadzdzabuuni
««•»»
Nuh berdo'a: "Ya Tuhanku, tolonglah aku {997}, karena mereka mendustakan aku."
{997} Pertolongan yang dipermohonkan oleh Nuh kepada Allah ialah membinasakan kaumnya sehabis-habisnya. Lihat selanjutnya surat Nuh ayat 26.
««•»»
He said, ‘My Lord! Help me, as they impugn me.’
««•»»

Tatkala sudah jelas kepada Nuh keingkaran kaumnya yang terus menerus, bahwa mereka tidak mau menyadari kesesatan mereka, dan telah cukup lama beliau melaksanakan kewajiban dakwahnya, maka Allah SWT mewahyukan kepadanya, bahwa tidak akan beriman kaumnya, melainkan orang yang sudah beriman saja, tidak akan bertambah lagi bilangannya, maka Nuh berdoa kepada Tuhannya supaya diberi pertolongan, seraya berdoa , "Ya Tuhanku tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku."

Doa Nuh tersebut pula dalam firman Allah lainnya:
فدعا ربه أني مغلوب فانتصر
Maka dia mengadu kepada Tuhannya, "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)".
(QS. Al Qamar [54]:10)

Dan seperti dalam firman-Nya:
وقال نوح رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا
Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi".
(QS. Nuh [71]:26)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berdoalah) Nabi Nuh, ("Ya Rabbku! Tolonglah aku) atas mereka (karena mereka mendustakan aku") yakni mereka tidak mau percaya lagi kepadaku, maka binasakanlah mereka. Maka Allah berfirman memperkenankan doanya:
««•»»
He, Noah, said, ‘My Lord, help me, against them, because they deny me’, because of their denial of me, by destroying them. God, exalted be He, says, responding to his supplication:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 25[AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of118
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=23&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#23:26

[023] Al Mu'minuun Ayat 025

««•»»
Surah Al Mu'minuun 25

إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّى حِينٍ
««•»»
in huwa illaa rajulun bihi jinnatun fatarabbashuu bihi hattaa hiinin
««•»»
La tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu."
««•»»
He is just a man possessed by madness. So bear with him for a while.’
««•»»

Nuh tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang miring otaknya, yang berbicara seenaknya saja, tidak memperhatikan apa yang diucapkannya, yang tidak beralasan sama sekali, dan oleh karena itu tidak usah dilayani.

Karena itu bersabarlah terhadapnya sampai ia pada suatu waktu merasa terjepit atau dipojokkan sehingga kembali kepada keadaannya yang normal dan memeluk lagi agama nenek moyang kita".

Ucapan mereka itu menunjukkan betapa jauh mereka dalam keingkarannya, padahal mereka mengetahui, bahwa Nuh orang yang paling cerdas pikirannya di antara mereka. Allah SWT tidak membalas sanggahan mereka itu, karena sanggahan mereka itu tidak ada nilainya.

Memang setiap Rasul seharusnya melebihi setiap orang dari umatnya dengan kelebihan dalam segi akhlak dan mukjizat. Bila seorang rasul ingin kedudukannya lebih tinggi dari kedudukan umatnya, hal itu karena dengan demikian semua petunjuk-petunjuknya akan diikuti. Di samping itu harus berwibawa, supaya dengan wibawanya itu dapat memimpin umatnya kepada jalan yang benar, dan Rasul itu ma'sum, yakni terpelihara dari kesombongan.

Dan ucapan mereka, tentang seruan kepada ketauhidan itu belum pernah mereka jumpai sejak nenek moyang mereka dahulu. Padahal ucapan mereka itu tidak cukup untuk dijadikan alasan menolak risalah Nuh. Dan tuduhan mereka bahwa Nabi Nuh menderita sakit ingatan, bertentangan dengan kenyataan yang mereka alami sendiri.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ia tiada lain) maksudnya Nuh ini tidak lain (hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila) dalam keadaan gila (maka tunggulah terhadapnya) tunggulah dia, atau biarkanlah dia (sampai suatu waktu") hingga saat kematiannya. Maksud mereka biarkanlah dia begitu, nanti juga mati sendiri.
««•»»
He, Noah, is just a man possessed by madness, a case of dementia. So bear with him for a while’, until he dies.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 24[AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of118
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=23&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#23:25

[023] Al Mu'minuun Ayat 024

««•»»
Surah Al Mu'minuun 24

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ
««•»»
faqaala almalau alladziina kafaruu min qawmihi maa haadzaa illaa basyarun mitslukum yuriidu an yatafadhdhala 'alaykum walaw syaa-a allaahu la-anzala malaa-ikatan maa sami'naa bihaadzaa fii aabaa-inaa al-awwaliina
««•»»
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.
««•»»
But the elite of the faithless from among his people said, ‘This is just a human being like you, who seeks to dominate you. Had Allah wished, He would have sent down angels. We never heard of such a thing among our forefathers.
««•»»

Maka menjawablah pemuka-pemuka orang kafir di antara kaumnya: Nuh ini tidak lain hanya seorang biasa saja seperti kamu, tidak mempunyai kelebihan apa-apa, baik fisik maupun mental sehingga ia berhak untuk menjadi utusan Allah dan menerima wahyu. Dia hanya ingin menjadi seorang yang lebih tinggi kedudukannya dari kamu, dan ingin lebih berkuasa, maka untuk mencapai tujuannya itu, lalu ia mengaku menjadi pesuruh Allah, padahal sebenarnya ia tidak pantas. Lalu mereka menyebutkan tiga perkara yang menjadi alasan untuk tidak mengakui Nuh sebagai utusan Allah.

Pertama
Seandainya Allah menghendaki mengutus seorang Rasul yang memerintahkan beribadah hanya kepada Allah saja, tentu Dia mengutus beberapa malaikat, dan bukan mengutus seorang manusia biasa.

Ke·dua
Mereka belum pernah mendengar dari nenek moyang mereka sendiri seperti apa yang dikemukakan oleh Nuh, tentang penyembahan hanya kepada Allah saja. Mereka memandang bahwa seruan kepada ketauhidan itu tidak ada tradisinya dari nenek moyang mereka sendiri, dan oleh karenanya mereka menantang habis-habisan walaupun bertentangan dengan akal dan rasio mereka sendiri. Hal demikian menunjukkan betapa dalamnya mereka terseret dalam taklid-buta, yang sukar sekali dikembalikan dari kesesatannya.

Ke·tiga
Yang terdapat dalam Ayat 25

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya berkata) kepada para pengikut mereka, ("Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi) lebih mulia dan berpengaruh (dari kalian) maksudnya ia ingin menjadi orang yang banyak pengikutnya, dan para pengikutnya adalah kalian sendiri. (Dan kalau Allah menghendaki) supaya tidak disembah selain daripada-Nya (tentu Dia mengutus beberapa Malaikat) untuk menyampaikan hal tersebut, tidak mengutus manusia. (Belum pernah kami mendengar seruan yang seperti ini) yang diserukan oleh Nabi Nuh, maksudnya ajaran tauhid (pada masa nenek moyang kami yang dahulu) yakni umat-umat terdahulu.
««•»»
But the council of his people, who disbelieved, said, to their followers, ‘This is just a human being like you who desires to gain superiority, to have the honour, over you, by acquiring followers, you being [his] followers. And had God willed, that none other than Him be worshipped, He would have sent down angels, with that [Message], and not [assigned] a human being [for it]. We never heard of such, an affirmation of God’s Oneness as that which Noah summons [us], among our forefathers, [among] past communities.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 23[AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
24of118
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=23&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#23:24

[023] Al Mu'minuun Ayat 023

««•»»
Surah Al Mu'minuun 23

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ
««•»»
walaqad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihi faqaala yaa qawmi u'buduu allaaha maa lakum min ilaahin ghayruhu afalaa tattaquuna
««•»»
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
««•»»
Certainly We sent Noah to his people, and he said, ‘O my people! Worship Allah! You have no other god besides Him. Will you not then be wary [of Him]?’
««•»»

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk memberi peringatan kepada mereka tentang azab Allah, bila mereka membuat kemusyrikan kepada-Nya dan mendustakan Rasul-Nya, seraya berkata dengan lemah lembut kepada mereka "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah saja, jangan sekali-kali mempersekutukan-Nya, karena tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak merasa takut akan azab-Nya, lalu menjauhkan diri dari kemusyrikan terhadap-Nya?"

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, "Hai kaumku! Sembahlah oleh kamu sekalian Allah) taatilah dan esakanlah Allah (karena sekali-kali tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia) lafal Ghairuhu merupakan Isim dari Maa, sedangkan lafal sebelumnya menjadi Khabar dari Maa dan huruf Min adalah huruf Zaidah. (Maka mengapa kalian tidak bertakwa kepada-Nya?") tidak takut kepada azab-Nya, mengapa kalian menyembah selain-Nya?
««•»»
And verily We sent Noah to his people, and he said, ‘O my people, worship God, obey God and affirm His Oneness. You have no [other] god besides Him (ghayruhu is the subject of mā, ‘no’; the preceding [min ilāhin, ‘god’] is the predicate, the min being extra). Will you not then fear?’ His punishment in worshipping [gods] other than Him?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 22[AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of118
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=23&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#23:23